Dalam bab ini ada 30 nasihat yang masing-masing terdiri dari 2 poin. empat diantaranya berupa hadis Nabi, sedang sisanya berupa atsar.
1. DUA HAL YANG SANGAT UTAMA
Nabi S.A.W bersabda :
"Ada dua perkara yang tidak bisa di ungguli keutamaannya oleh yang lain, yaitu:
1). Iman kepada Allah SWT
2). Memberi manfaat kepada sesama Muslim."
Memberi manfaat kepada sesama muslim bisa berupa ucapan, kekuasaan, harta bendda, maupun tenaga.
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda :
" Barang siapa berada pada pagi hari tanpa bermaksud menzholimi seseorang pun, maka dosa-dosanya diampuni. Barang siapa berada pada pagi hari dan berniat untuk menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan orang islam, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji mabrur."
"Manusia yang paling di cintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenahkan hati orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahana atau melunasi hutangnya. Ada 2 perkara yang sangat kotor dan keji, yaitu : Menyekutukan Alah dan dan menimbulkan kemadhorotan bagi kaum muslim."
2. DUA PERINTAH NABI ADAR BERGAUL DENGAN ULAMA
Nabi SAW bersabda :
"1). Hendaknya kalian duduk bersama ulama dan
2). mendengarkan perkataan hukama (orang yang bijak),
karena sesungguhnya Allah ta'ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan."
Dalam Riwayat Thabrani Dari Abu Hanifah disebutkan :
" Duduklah bersama kubara' (ulama besar) dan bertanyalah kepada para ulama serta bergaullah dengan para hukama'.
Dalam riwayat lain di katakan :
"Duduklah bersama ulama dan bergaullah dengan para Hukama' serta akrabilah kubara'."
Pada dasarnya Ulama itu terbagi menjadi 3 kelompok :
1. Ulama yang sangat menguasai dan memahami hukum-hukum Allah.
(Ulama yang seperti ini di sebut Ash-habul Fatwa) yaitu Ulama yang banyak mengeluarkan Fatwa
2. Ulama yang sangat dalam kemampuannya tentang ma'rifat kepada dzat Allah.
Ulama seperti ini disebut hukama'. Golongan Ulama ini senantiasa menitik beratkan pada upaya memperbaiki tingkah laku dan akhlaq, baik untuk diri sendiri maupun umatnya. demikian itu karena hati mereka selalu tersinari dengan ma'rifatullah dan jiwa mereka selalu tersinari dengan cahaya keagungan Allah.
3. Ulama-ulama besar yang di sebut dengan kubara'.
3. DUA PERUMPAMAAN MASUK KUBUR TANPA BEKAL
1). Abu Bakar Ash-Shidiq pernah berkata :
"Barang siapa masuk kubur tanpa membawa bekal, maka seakan - akan dia mengarungi lautan tanpa perahu."
2). Rasulullah SAW bersabda :
"keadaan mayat didalam kubur itu tak ubahnya seperti orang yang tenggelam yang meminta pertolongan."